Rabu, 07 Maret 2012

Bussiness Intelligence


Information Sharing a Principle Component of the National Strategy for Homeland Security Vignette
·         Jaringan dari sistem yang memberikan distribusi dan integrasi knowledge
·         Horizontal and vertical information sharing
·         Peningkatan komunikasi
·         Data Mining tersimpan dalam data warehouse yang memungkinkan diakses melalui Web
Data, Information, Knowledge
a.    Data
·      Sesuatu yang menjadi gambaran paling mendasar mengenai benda, peristiwa, aktivitas dan transaksi
·      Terdiri dari internal atau eksternal
b.    Informasi
·      Data yang telah diolah menjadi sesuatu yang lebih berarti dan bernilai
c.    Knowledge
·      Data yang telah diolah atau informasi yang lebih berarti   atau proses pembelajaran terhadap suatu masalah atau aktifitas

Data
·         Data mentah diperoleh secara manual atau menggunakan instrument
·         Kualitas merupakan sesuatu yang penting
·         Kualitas menentukan manfaat
·         Contextual data quality
·         Intrinsic data quality
·         Accessibility data quality
·         Representation data quality
·         Sering kali terlupakan atau ditangani begitu saja
·         Masalah akan terungkap ketika data terangkum

Data Problems




Membersihkan data
·         Ketika menggunakan  warehouse
·         Data quality action plan
·         Best practices untuk kualitas data
·         Mengukur hasil

Topik terkait dengan Integritas Data
·         Uniformity (Keseragaman)
·         Version
·         Completeness check (Periksa kelengkapan)
·         Conformity check (Periksa konsistensi)
·         Genealogy or drill-down (turunan)

Integrasi Data
·         Diperlukan akses ke berbagai sumber
·         Seringkali berskala besar (enterprise-wide)
·         Database yang berbeda dan heterogen
·         XML menjadi bahasa standard

Sumber Data Eksternal
a.  Web
·         Intelligent agents
·         Document management systems
·         Content management systems
b.  Commercial databases
·         Menjual akses ke database tertentu
c.   Database Management Systems
·         Software program
·         Mendukung Sistem Operasi
·         Mengelola data
·         Menjalankan Query dan menghasilkan reports
·         Keamanan Data
·         Dikombinasikan dengan modeling language untuk pengembangan DSS
d.  Database Models
-. Hierarchical
·         Top down, seperti struktur pohon
·         Fields hanya memiliki satu “parent”, setiap “parent” dapat memiliki beberapa  “children
·         Cepat
-. Network
·         Relationships dibuat melalui linked lists, dengan menggunakan pointers
·         “Children” dapat memiliki beberapa “parents”
·         Sangat fleksibel
-. Relational
·         Flat, tabel dua dimensi dengan  multiple access queries
·         Menganalisa relasi antar tabel
·         Fleksibel, cepat, dan diperluas dengan data independence
-. Object oriented
·         Data dianalisa pada tingkat konseptual
·         Inheritance, abstraction, encapsulation
·         Database Structure

Algoritma Kriptografi Klasik


a.       Pendahuluan
·      Algoritma kriptografi klasik berbasis karakter
·      Menggunakan pena dan kertas saja, belum ada komputer
·      Termasuk ke dalam kriptografi kunci-simetri
·      Algoritma kriptografi klasik:
o  Cipher Substitusi (Substitution Ciphers)
o  Cipher Transposisi (Transposition Ciphers)

1.    Cipher Substitusi
·      Monoalfabet
setiap karakter chipertext menggantikan satu macam karakter plaintext
·      Polyalfabet
setiap karakter chipertext menggantikan lebih dari satu macam karakter plaintext
·      Monograf /unilateral
satu enkripsi dilakukan terhadap satu karakter plaintext
·      Polygraf /multilateral
satu enkripsi dilakukan terhadap lebih dari satu karakter plaintext
·      Cipher Substitusi – Caesar Cipher
pi : A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
ci : D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A B C
·      Contoh:
Plainteks: AWASI ASTERIX DAN TEMANNYA OBELIX
Cipherteks: DZDVL DVWHULA GDQ WHPDQQBA REHOLA
·      Dalam praktek, cipherteks dikelompokkan ke dalam kelompok n-huruf, misalnya kelompok 4-huruf:
DZDV LDVW HULA GDQW HPDQ QBAR EHOL A
Atau membuang semua spasi:
DZDVLDVWHULAGDQWHPDQQBAREHOLA
·      Tujuannya agar kriptanalisis menjadi lebih sulit
·      Cipher Substitusi – Vigènere Cipher
o  Termasuk ke dalam cipher abjad-majemuk (polyalpabetic substitution cipher)
o  Algoritma tersebut baru dikenal luas 200 tahun kemudian yang oleh penemunya cipher tersebut kemudian dinamakan Vigènere Cipher.
o  Vigènere Cipher menggunakan Bujursangkar Vigènere untuk melakukan enkripsi.
o  Setiap baris di dalam bujursangkar menyatakan huruf-huruf cipherteks yang diperoleh dengan Caesar Cipher.
o  Contoh penerapan Vigènere Cipher :
Plainteks : THIS PLAINTEXT
Kunci : sony sonysonys
Cipherteks : LVVQ HZNGFHRVL
o  Jika panjang kunci lebih pendek daripada panjang plainteks, maka kunci diulang secara periodik. Dalam hal ini Kunci “sony” diulang sebanyak panjang plaintext-nya
o  Pada dasarnya, setiap enkripsi huruf adalah Caesar cipher dengan kunci yang berbeda-beda.
c(‘T’) = (‘T’ + ‘s’) mod 26 = L
T = 20 dan s= 19 à (20+19)%26=13 à L
c(‘H’) = (‘H’ + ‘o’) mod 26 = V, dst
2.       Cipher Transposisi
·      Cipherteks diperoleh dengan mengubah posisi huruf di dalam plainteks.
·      Dengan kata lain, algoritma ini melakukan transpose terhadap rangkaian huruf di dalam plainteks.
·      Nama lain untuk metode ini adalah permutasi, karena transpose setiap karakter di dalam teks sama dengan mempermutasikan karakter-karakter tersebut.
·      Contoh: Misalkan plainteks adalah
POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA
·      Enkripsi:
POLITEK
NIKELEK
TRONIKA
NEGERIS
URABAYA
·      Cipherteks: (baca secara vertikal)
PNTNUOIRERLKOGAIENEBTLIRAEEKIYKKASA
PNTN UOIR ERLK OGAI ENEB TLIR AEEK IYKK ASA





Senin, 12 Desember 2011

Replikasi Basis Data

Replikasi adalah suatu teknik untuk melakukan copy dan pendistribusian data dan objek-objek database dari satu database ke database lain dan melaksanakan sinkronisasi antara database sehingga konsistensi data dapat terjamin. Dengan menggunakan teknik replikasi ini, data dapat didistribusikan ke lokasi yang berbeda melalui koneksi jaringan lokal maupun internet. Replikasi juga memungkinkan untuk mendukung kinerja aplikasi, penyebaran data fisik sesuai dengan penggunaannya, seperti pemrosesan transaksi online dan DSS (Desiscion Support System) atau pemrosessan database terdistribusi melalui beberapa server.
Jenis replikasi masing – masing memiliki keuntungan tersendiri tetapi pada umumnya replikasi mendukung ketersediaan data real-time dan dimanapun diperlukan.
Keuntungan lainnya adalah :
a.       Memungkinkan beberapa lokasi menyimpan data yang sama. Hal ini sangat berguna pada saat lokasi-lokasi tersebut membutuhkan data yang sama atau memerlukan server yang terpisah dalam pembuatan aplikasi laporan.
b.      Aplikasi transaksi online terpisah dari aplikasi pembacaan seperti proses analisis database secara online, data smarts atau data warehouse.
c.       Memungkinkan otonomi yang besar. Pengguna dapat bekerja dengan meng-copy data pada saat tidak terkoneksi kemudian melakukan perubahan untuk dibuat database baru pada saat terkoneksi.
d.      Data dapat ditampilkan seperti layaknya melihat data tersebut dengan menggunakan aplikasi berbasis Web.
e.       Meningkatkan kinerja pembacaan.
f.       Membawa data mendekati lokasi individu atau kelompok pengguna. Hal ini akan membantu mengurangi masalah karena modifikasi data dan pemrosesan query yang dilakukan oleh banyak pengguna karena data dapat didistribusikan melalui jaringan dan data dapat dibagi berdasarkan kebutuhan masing-masing unit atau pengguna.
g.      Penggunaan replikasi sebagai bagian dari strategi standby server.

Jenis-Jenis Replikasi
a.       Snapshot replication
b.      Mendistribusikan data yang dapat dilihat pada saat tertentu tanpa melakukan update. Biasanya digunakan pada saat memerlukan tampilan data seperti : daftar harga, katalog, data yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Data-data ini sifatnya hanya ‘read only’.Replikasi ini membantu pada saat :
·         data sebagian besar statis dan tidak sering berubah
·         dapat menerima copy data yang telah melewati   batas waktu yang ditentukan
·         datanya sedikit
c.       Snapshot replication
Memelihara kekonsistenan transaksi yang terjadi.
d.      Merge replication
Merge replication memungkinkan pengguna bekerja dan merubah data sesuai dengan wewenangnya. Pada saat server tidak dikoneksikan ke seluruh lokasi dalam topologi, replikasi merubah ke nilai data yang sama.

Template by:

Free Blog Templates